Bima Ajak Sekolah Bogor Raya Kelola Sampah

Bima Ajak Sekolah Bogor Raya Kelola Sampah

Bima Ajak Sekolah Bogor Raya Kelola Sampah

Walikota Bogor, Bima Arya menyampaikan salah satu alasan dirinya ingin menjadi orang nomor satu di Kota Hujan

karena ingin membuat Kota Bogor bersih dan nyaman. Hal itu diutarakannya di hadapan semua yang hadir di acara Sekolah Bogor Raya PYP Exhibition 2019 yang berlangsung di Douglas Stoltz Auditorium Gedung 2 Lantai 3, Sekolah Bogor Raya, kemarin.

“Sejak lahir hingga sekolah SMA, semuanya di Kota Bogor Era 90-an Kota Bogor dikenal sebagai kota terbersih di Indonesia, 8 kali berturut-turut memenangkan Adipura, selain itu juga dikenal sebagai kota hijau, karena kita memiliki Kebun Raya Bogor,” kata Bima.

Namun, sejak tahun 2000 kondisi mulai berubah, polusi dan sampah dimana-mana

. Sejak terpilih sebagai Wali Kota Bogor pada tahun 2014, banyak kebijakan yang telah dibuat untuk mewujudkan Kota Bogor agar bersih dan mengurangi sampah, salah satunya melalui strategi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang membuat sampah Kota Bogor berkurang, dari 750 ton per hari menjadi 600-650 ton per hari. “Untuk Kota Bogor yang lebih bersih, mari mulai mengelola sampah dari rumah kita. No More Plastic, Say No To Smoke,” ajak Bima.

Dalam kesempatan ini, Bima juga menyampaikan kebijakan lain yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor adalah menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Menurutnya, salah satu tujuannya agar anak-anak Kota Bogor selamat dari asap rokok. Tak sampai disitu, secara khusus kepada para siswa ia menyampaikan agar bijak menggunakan gawai. Percayalah dunia nyata lebih menarik dan lebih indah dibanding dunia maya.

Sementara itu, Koordinator Sekolah Bogor Raya PYP Exhibition 2019, Diana Karitas,

menerangkan kegiatan ini merupakan implementasi dari pembelajaran PYP yang ditekankan pada problem base learning (pembelajaran berbasis masalah). Para anak didik dihadapkan pada permasalahan dan diajak untuk mencari solusinya.

“Salah satu aksi yang dilakukan mengajari literasi bagi siswa taman kanak-kanak, membersihkan sungai ciliwung, pengolahan air bersih di kampung pasir dan yang lainnya. Ada juga yang mengangkat kesehatan mental, khususnya isu stress, bullying dan semua yang berhubungan dengan kesehatan mental,” kata Diana.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/GNMP52P