Hasil UN 2017: Indeks Integritas Meningkat

Hasil UN 2017: Indeks Integritas Meningkat

Hasil UN 2017 Indeks Integritas Meningkat

Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

mengumumkan hasil ujian nasional (UN) tahun 2017 secara umum. Pada UN tahun ini, Kemendikbud mencatat adanya peningkatan indeks integritas, baik di sekolah yang menerapkan UN berbasis komputer (UNBK) maupun sekolah yang menjalankan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Sekolah-sekolah yang tahun lalu menerapkan UNBK dan memiliki indeks integritas tinggi, tahun ini indeks integritasnya meningkat sebesar 3,39 poin. Sementara sekolah yang tahun lalu mengikuti UNKP dengan indeks integritas rendah, kemudian tahun ini mengikuti UNBK, memiliki peningkatan indeks integritas. Hasil tersebut menjadi indikator bahwa UNBK adalah moda pengadministrasian tes yang lebih menjamin integritas pelaksanaan dan memberi gambaran capaian yang sesungguhnya.

Peningkatan indeks integritas tidak hanya dicapai oleh sekolah yang menerapkan UNBK,

melainkan juga oleh sekolah yang menerapkan UNKP. Bahkan, terjadi juga peningkatan nilai UN murni pada sekolah yang menerapkan UNKP. Banyak sekolah UNKP dengan indeks integritas tinggi pada tahun lalu berhasil mempertahankan integritasnya di tahun 2017, dan mengalami peningkatan nilai UN sebesar 1,8 poin.

Hasil yang menggembirakan juga ditunjukkan oleh tiga provinsi yang pada tahun-tahun sebelumnya sudah memiliki indeks integritas tinggi kemudian di tahun 2017 seluruh sekolah di wilayahnya beralih metode menjadi UNBK, yaitu Bangka Belitung, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta. Nilai UN di ketiga provinsi itu meningkat, yaitu di Provinsi Bangka Belitung meningkat 4,31 poin; di DI Yogyakarta meningkat 4,2 poin; dan di DKI Jakarta meningkat 2,07 poin.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi mewujudkan penerapan nilai-nilai kejujuran dalam ujian nasional. “Yang patut diapresiasi adalah semakin tumbuhnya kesadaran di masyarakat tentang pentingnya kejujuran,” ujarnya saat jumpa pers tentang hasil UN SMA/sederajat di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (12/5/2017).

Mendikbud bertekad, Kemendikbud akan terus mendorong dan mengawasi sekolah

dan ekosistem pendidikan agar bersih dari praktik ketidakjujuran. “Apa artinya nilai bagus kalau penuh ketidakjujuran?” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Di balik kabar baik tentang peningkatan integritas dan peningkatan nilai UN murni, yang paling penting dari hasil UN adalah tindak lanjutnya. Data dan peta capaian yang rinci dan handal telah diperoleh, baik dari hasil UNBK maupun UNKP. Selanjutnya hasil tersebut harus bisa dijadikan dasar perencanaan dan intervensi yang tepat untuk menata langkah dalam memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Tindak lanjut tersebut tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat (Kemendikbud), melainkan juga oleh pemerintah daerah, sekolah, maupun guru. Dengan begitu, UN sebagai alat evaluasi pembelajaran dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. (Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

https://sel.co.id/