Karena AdSense, Uni Eropa Kembali Denda Google Rp24 Triliun

Karena AdSense, Uni Eropa Kembali Denda Google Rp24 Triliun

Karena AdSense, Uni Eropa Kembali Denda Google Rp24 Triliun

Untuk ketiga kalinya, Komisi Eropa (EC) mendenda Google.

Raksasa mesin pencari itu, harus mengeluarkan kocek € 1,49 miliar atau Rp24 triliun karena memaksa pelanggan bisnis AdSense untuk menolak iklan dari para pesaing, seperti Yahoo dan Microsoft.

EC menyatakan denda itu dihitung sebesar 1,29% pendapatan Google pada 2018.

Dalam pernyataan resmi, EC menjelaskan bahwa karena tidak mungkin bagi pesaing dalam iklan pencarian online untuk menjual ruang iklan di halaman hasil mesin pencari Google sendiri, maka situs web pihak ketiga adalah “titik masuk penting bagi pemasok lain dari layanan perantara iklan pencarian online untuk mengembangkan bisnis sekaligus mencoba bersaing dengan Google”.

Namun, investigasi yang dilakukan komisi persaingan EC menunjukkan bahwa raksasa

pencarian itu memberlakukan klausul pembatasan dalam kontrak dengan situs web, sehingga mencegah pesaing menempatkan iklan pencarian mereka di situs web tersebut.

Tindakan itu termasuk menghentikan para publisher memasang iklan pencarian apapun dari pesaing di halaman hasil pencarian mereka, memaksa mereka memberikan ruang paling menguntungkan di halaman hasil pencarian untuk iklan dari Google, dan diharuskan meminta persetujuan tertulis dari Google sebelum membuat perubahan dalam cara iklan pesaing lain ditayangkan.

Kasus iklan AdSense memicu komplain dari Microsoft pada 2010

. Kedua perusahaan saling mengajukan komplain pada 2016.

Margrethe Vestager, Komisaris EC yang bertanggung jawab atas kebijakan persaingan, mengatakan bahwa Google telah memperkuat dominasinya dalam iklan pencarian online dan melindungi dirinya dari tekanan persaingan dengan menerapkan pembatasan kontrak anti-persaingan pada situs web pihak ketiga. Praktek ini tergolong ilegal berdasarkan aturan antimonopoli UE.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/