Pelapukan

Table of Contents

Pelapukan

Pelapukan

Pelapukan atau weathering (weather) adalah proses pegerusakan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen yaitu penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Apabila kecepatan dari pelapukan batu- batuan itu tidak dapat mengikuti kecepatan runtuhnya lapisan batuan yang lapuk, maka batuan yang asli akan terkupas dan terbuka maka hal inilah yang disebut sebagai denudasi
Pelapukan di setiap daerah berbeda beda tergantung unsur unsur dari daerah tersebut. Misalnya di daerah tropis, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca (suhu, curah hujan, kelembaban, atau angin ) dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter, sedangkan daerah sub tropis pelapukannya hanya beberapa meter saja.
Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
– pelapukan fisik atau mekanik
– pelapukan organis
– pelapukan kimiawi

Penjelasan ketiga jenis tersebut adalah:
Pelapukan fisik atau mekanik.
Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk maupun ukuranya tanpa mengalami perubahan kimiawi, pelapukan mekanis atau sering disebut pelapukan fisis bisa disebabkan oleh pemuaian, pembekuan air, perubahan suhu tiba-tiba, atau perbedaan suhu yang sangat besar antara siang dan malam. Proses pelapukannya sendiri berlangsung secara mekanik. Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:
Adanya perbedaan temperatur atau suhu yang tinggi.
Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius dan pada malam hari mencapai 2 derajat celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat temperatur turun menjadi sangat rendah (dingin), batuan mengalami penengerutan. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.
Pembekuan air di dalam celah batuan
Jika air membeku maka volumenya akan mengembang. Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini batu- batuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan hebat.
Berubahnya air garam menjadi kristal.
Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguapdan garam akan mengkristal. Kristal garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya, terutama batuan karang di daerah pantai.
Pengelupasan

Sumber : https://downloadapk.co.id/