SD Muh 1 Solo Ajak Siswa Belajar Kelola Sampah di Bank Sampah

SD Muh 1 Solo Ajak Siswa Belajar Kelola Sampah di Bank Sampah

SD Muh 1 Solo Ajak Siswa Belajar Kelola Sampah di Bank Sampah

Ratusan siswa Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) SD Muhammadiyah 1

Ketelan Solo mengawali pembelajaran Semester dua tahun ajaran 2018/2019 dengan hal berbeda. Kali ini, ratusan siswa dilibatkan dalam kegiatan peduli lingkungan dengan menyetorkan sampah di bank sampah yang ada di sekolah.

Kegiatan tersebut sekaligus ikut membantu mengurangi dampak pemakaian bahan yang sulit terurai seperti plastik, bekas gelas minuman. Menurut Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko, sekolahnya rutin melaksanakan kegiatan peduli agama, manusia, lingkungan dan sistem yang terarah dan terukur secara berkesinambungan.
Baca Juga : Libatkan Pemerintah Daerah, Kota Kita Galang Kesadaran Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan Adil dan Manusiawi

“Fokus utama dari program ini mendukung sekolah Adiwiyata atas Binaan

Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo sejak tahun 2018 sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup, Hasil dari kegiatan salah satunya adalah mengajak bijak mengelola sampah juga membuat tiap kelas memiliki kas yang bisa dicairkan dua bulan sekali, jumlah siswa kita sebanyak 810 dan didukung guru karyawan sejumlah 64 serta menggalakkan gerakan tak membuang sampah sembarangan,” tuturnya, Jumat (4/1/2019).
Baca Juga : Peringati HUT RI ke- 74 PEPADI Solo Gelar Wayang Kulit Lakon ‘Pandhawa Syukur’

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian, Winursito terus memotivasi para peserta didik agar mau menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampah apabila dikelola secara baik dan optimal akan mempunyai nilai ekomomis,

setiap jum’at terkumpul sebanyak 150 kg, dan saat ini sudah mencapai 2.250 kg selama setahun, untuk pengurus sendiri ada 8 personil” ujarnya.

Dia berharap adanya bank sampah bisa dimanfaatkan para siswa untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan bekas koran, bisa dimanfaatkan buat gunung-gunung, laut, pemandangan yang indah, botol-botol bisa untuk kegiatan hidroponik, halaman rumah sempit tak masalah, Sedangkan sampah-sampah organik bisa diolah jadi kompos, ” katanya.
Baca Juga : Terduga Teroris Itu Guru TPA dan Suka Ajak Futsal Anak-anak

Salah satu siswa, Muhammad Haris kelas 2C, mengatakan kegiatan setor sampah tersebut amat bermanfaat untuk anak didik. “Senang sekali aku, sambil mengamalkan hadis riwayat Ahmad, kebersihan itu sebagian dari iman, semoga kegiatan ini bisa bermanfaat di kemudian hari,” turur Haris

 

Baca Juga :