Siswa Menurun, Gaji Guru Berkurang

Siswa Menurun, Gaji Guru Berkurang

 

Siswa Menurun, Gaji Guru Berkurang

 Pada tahun ajaran baru 2018/2019, Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK) Yadika Jatirangga mengalami penurunan jumlah siswa. Jika pada tahun lalu SMK Yadika Jatirangga mendapatkan 446 siswa dari target 400 siswa, namun pada tahun ini hanya sebanyak 393 siswa.

Berkurangnya jumlah siswa ini berpengaruh terhadap biaya operasi di SMK Yadika Jatirangga ini.  Selama ini untuk menggaji guru sekolah swasta bergantung pada banyak atau sedikitnya jumlah murid. Gaji guru swasta dihitung berdasar jam mengajar setiap minggu. Berkurangnya jumlah siswa bisa berdampak langsung pada pengurangan jumlah rombongan belajar (rombel).

Wakil Kepala Sekolah SMK Yadika Jatirangga, Adit mengaku,  dengan berkurangnya rombel berdampak pada peghasilan guru. Untuk itu di SMK Yadika Jatirangga masih dibuka pendaftaran hingga Masa Orientasi  Siswa (MOS) atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga Sabtu (20/7) mendatang.

“Jelas kalau tidak sesuai target akan berdampak di penghasilan guru.  Karena penghasilan berkurang dan guru juga mempunyai kewajiban untuk menghidupi keluarganya.  Untuk itu biasanya guru guru akan mencari sekolah lain untuk mengajar.  Yang kami takutkan nanti ada jadwal terbentok sehingga tidak mengajar dengan efektif,” ujarnya.

Adit  mengatakan kurikulum 2013 juga menjadi faktor kurangnya jam mengajar guru.

Teruntuk guru Fisika,  Kimia,  dan Olahraga untuk jenjang SMK.  Saat ini Fisika dan Kimia hanya diajarkan di jurusan Teknik kelas 10 dan untuk mata pelajaran olahraga sudah tidak di tiadakan untuk kelas 12.

“Kalau untuk jurusan perkantoran dan akutansi masih sama hanya bedanya mereka belajar mata pelajaran IPA secara umum. Saya berharap agar tanggal pengumuman PPDB daring untuk sekolah negri tidak mepet dengan hari masuk sekolah.  Menurut saya karena pengumuman mepet ini lah yang membuat penurunan jumlah siswa di sekolah swasta, ” katanya.

Menurutnya, mepetnya pengumuman PPDB daring ini dengan minggu

masuk sekolah dinilai sangat tidak relevan. “Seharusnya Pemprov Jabar memberikan tanggal yang relevan agar orang tua murid tidak panik dan salah pilih dalam memilih sekolah atau jurusan. Karena pemilihan sekolah dan jurusan sangat penting untuk mutu pendidikan seseorang. “tandasnya

 

Sumber :

https://ruangseni.com/