Wawasan kekuasaan dan konflik

Wawasan kekuasaan dan konflik

Wawasan kekuasaan dan konflik

Wawasan kekuasaan dan konflik menuntut untuk menanyakan siapa yang patuh pada siapa, peranan siap yang dimainkan dan siap yang memainkannya, dan kebutuhan siapkah yang disebut sebagai kebutuhan system atau masyarakat. Wawasan kekuasaan dan konflik ini menempatkan perhatiannya pada pembagian kekuasaan dan keteraturan sosial yang tergantung pada pembagian kekuasaan. Dengan wawasan ini, sosiolog dapat mempelajari tentang keteraturan sosial yang tercipta secara harmonis dan konflik bisa dibatasi atau ditekan sekecil mungkin.sosiolog juga memahami masyarakat sebagai kelompok dan kelas-kelas yang potensial berada dalam konflik dan posisi mereka bergantung pada distribusi kekuasaan di masyarakat.

Wawasan kekuasaan dan konflik menurut Dahrendorf mempunyai karakteristik yang berbeda dengan wawasan sostem. Karakteristik wawasan kekuasaan dan konflik antara lain:

a) Setiap saat terdapat proses perubahan dalam masyarakat

b) Pertikaian dan konflik terjadi dalam system sosial

c) Elemen kemasyarakatan menyumbang munculnya disintegrasi dan perubahan

d) Keteraturan yang terdapat dalam masyarakat berasal dari pemaksaan terhadap anggotanya oleh mereka yang berada di atas (berkuasa). Faktor Pendorong, Penghambat dan Penyebab Perubahan Sosial Budaya

e) Tedapat peran kekuasaan dalam mempertahankan ketertiban masyarakat dan masyarakat disatukan dengan ketidakbebasan yang disatukan

f) Otoritas dalam masyarakat berperan dalam bentuk tersiratnya, yaitu superordinasi dan subordinasi. Kelompok superordinat memegang posisi otoritas, sedangkan kelompok subordinat mempunyai kepentingan tertentu. Keduanya saling bertentangan. Di dalam setiap asosiasi, orang yang berada pada posisi superordinat berusaha mempertahankan status quo, sedangkan orang yang berada pada posisi subordinat berupaya mengadakan perubahan.

g) Masyarakat mempunyai dua wajah, yaitu konflik dan consensus sehingga sosiolog harus menguji nilai integrasi dalam masyarakat dan juga menguji konflik kepentingan dan penggunaan kekerasan yang mengikat masyarakat tersebut.

Wawasan individualistik atau fenomenologis

Perspektif individualistic atau fenomenologis lebih memperhatikan hal yang dianggap gejala sosial sehari-hari. Wawasan tersebut juga meneliti struktur masyarakat yang bertitik tolak pada konstruksi individu terhadap dunia sosial, meliputi tingkah laku yang pantas atau layak, dan hirarkhi status dalam kehidupan sehari-hari.

Wawasan individualistik atau fenomenologis melihat perspektif dan penafsiran oleh individu yang berpengaruh dalam masyarakat. Individu tidak hanya bertindak sebagai definisi tentang situasi, tetapi dalam tindakannya ia akan berusaha mempengaruhi orang lain agar menerima penafsirannya terhadap situasi tersebut, bahkan mendesak orang lain untuk setuju dengan pendapatnya.

Sumber Materi : https://guruips.co.id/